Ternyata,
Ada Bahaya Ketika Mengendong Buah Hati?
Para orang tua biasanya yang masih muda belum tahu percis bagaimana tutorial cara mengaruh anak yang benar dari mulai makan apa saja yang harus diberikan, tidur, dan seputar masalah perawatan si kecil.
Nah,
sebenarnya merawat si kecil itu bukan hal mudah
loh teman-teman ada hal dimana kita harus hati-hati sekali, terutama
menggendong anak kecil kita, memang biasanya ketika bayi atau anak sedang
menangis tidak jarangpara ibu menenangkannya dengan cara menggendongnya . tak
jarang juga bahkan sampai ada yang mengayun-ayunkan tubuh mungilnya sampai ia
benar-benar tenang hingga tertidur.
Namun , dibalik kebiasaan menggendong yang dianggap biasa ini. Ada yang musti
dierhatikan , karena terdapat bahaya yang sedang menghinggapi sang anak.
Bisa Jadi Menggendong berisiko
Berikut
ini merupakan “kegiatan tambahan” orang tua maupun pengasuh saat menggendong si
kecil, yang bisa berbahaya :
Ø
Mengayun-ayun tubuhnya terlalu kuat.
Ø
Mengangkat lalu melempar-lempar bayi ke udara
Ø
Menggendong tanpa memegang kepalanya
Ø
Menggendong kemudian memutar-mutarnya
Ø
Mengangkat dengan mencengkram ketiak bayi, kemudian mengguncangnya
Ø
Membalikan tubuhnya secara tiba-tiba saat ia berada di lutut atau
bahu anda.
“Risiko yang muncul akibat dari aktivitas menggendong diatas adalah Shaken Baby Syndrom (SBS) atau disebut juga trauma pada kepala, akibat terjadinya guncangan kuat yang menyebabkan guncangan kuat yang menyebabkan cidera pada tengkorak, otak, dan sum-sum tulang belakang.
Umumnya sering terjadi akibat ketidaktahuan orang tua dan pengasuh yang melakukan hal tersebut.” Papar Dr Robert Reece, dokter anak di Tufts Medical Center, Boston, Amerika Serikat.
Shaken
Baby Syndrome paling sering ditemui pada anak balita berusia kurang dari dua
tahun. Meskipun jarang dan berjumlah sedikit, tapi masih ditemui pada balita
berusia lima tahun. ( National Institute of Neuro Logical Disorders
and Stroke, Amerika Serikat).
Yang Terjadi di Kepala
Yang Terjadi di Kepala
Bayi memiliki otot leher yang masih lemah, namun musti menopang kepalanya yang lebih berat. Dikepala bayi terdapat rongga diantara tengkorak dan otak untuk mendukung pertumbuhan otak. Bila terjadi guncangan yang kuat, maka otak akan bergeser dalam rongga tersebut, dan menyebabkan bengkak dan pembuluh darah robek. Akibat dari pembuluh darah yang robek, meskipun robekannya amat kecil dapat menyebabkan pendarahan pada otak yang ditandai dengan muntah, kejang-kejang, hingga tak sadarkan diri. Bila si kecil mengalami tanda-tanda tersebut, segera datangi dokter untuk melakukan pemeriksaan otak (CT-Scan dan MRI) untuk mendapat informasi yang lebih akurat.
Gejala-gejala
Ada luka pada otak memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun beberapa gejala ini dapat mengindikasikan SBS.
- Muntah
- Kejang
- Menggigil berlebihan
- Pandangan kabur
- Perdarahan di retina
- Nafsu makan hilang
- perubahan yang aneh pada tingkah laku ( seperti tidak biasanya, mendadak lesu, sering mengantuk, tidak tersenyum)
Meski Syndrome ini jarang ditemukan, namun perawatan Shaking Baby Syndrome butuh waktu lama. Efek pada bayi mirip seperti jika mengalami gangguan neurologis cerebral palsy. ( National Library Of Medicine, AS).
PENCEGAHANNYA
Menurut National Library of Medicine, AS, pencetus Shaken Baby Syndrome adalah emosi orang tua atau pengasuh yang tidak mampu menenangkan bayi, lantas gemas lalu mengguncang-guncangnya dengan kuat dengan harapan ia akan diam. Sedangkan timangan lembut orang tua saat menidurkan bayi atau saat bermain, tidak mungkin menyebabkan sindrom ini. Yang juga perlu dicermati adalah bila anda terlalu gemas bermain sehingga terlalu kuat menimang bayi, padahal kekuatan anda jauh lebih besar dibanding bayi.
Bisa dicegah dengan cara
ü Saat anda atau pasangan anda sedang sibuk atau tidak ingin diganngu, sebaiknya tenangkan diri dan menjauh dari bayi untuk sementara.
ü Tidak mengguncang-guncang bayi ketika bermain
ü Tahu cara menggendong yang benar.
ü Temui psikolog atau konsultan bila anda dan pasangan mengalami kesulitan dalam mengurus bayi maupun balita yang rewel.
wah bermanfaat banget nih ifonya trimakasi ya
ReplyDelete